Selasa, 24 Mei 2016

Obrigado ramaikan Kuningan Eundeur #4

OBRIGADO DEATH METAL
   
         Berdiri sekitar pertengahan 2013, band beranggotakan tiga orang yang berasal dari tiga kota berbeda ini masih solid berdiri. Digawangi Deniswara (Drum) yang berasal dari Bandung, Chandra Hermawan (Gitar/Voc) dari Garut, dan Agus Supriyanto (Bass/Voc) yang berasal dari Kuningan. Mengusung genre death metal sejak mereka berdiri, akhir-akhir ini mereka menampakan diri disebuah event bertema Kuningan Eundeur #4 yang digelar di Sangkan Aqua Park, Bandorasa, Kab Kuningan pada awal Mei lalu. Meskipun belum menelurkan karya fisik, bukan berarti Obrigado diam. Mereka sedang merangkai materi demi materi untuk segera melahirkan Album dengan sound yang powerfull ,tapi mungkin masih mereka rahasiakan. Mari kita nantikan karya mereka.
Chandra Hermawan (Guitar/Voc)

Deniswara (Drum)

Agus Supriyanto (Bass/Voc)

Chandra obrigado

Chandra Obrigado

Kuningan Eundeur

Obrigado Kuningan

Agus Supriyanto (Obrigado)

Chandra Hermawan (Obrigado)

Deniswara (Obrigado)

Selasa, 26 April 2016

Memories with GO Kuningan

keluarga besar GO Kuningan di acara GO FunDay 2015

 
GO Kuningan dalam acara Meeting on Maximizing Motivation (M3) 2015

staf Operasional GO Kuningan 2015

GO Kuningan tour to Yogyakarta 2014

GO Kuningan Family Gathering at Yogyakarta 2014

GO Kuningan di acara Meeting on Maximizing Motivation (M3) 2013

GO Kuningan diacara Meeting on Maximizing Motivation (M3) 2012

GO Kuningan di acara Meeting on Maximizing Motivation (M3) 2013
Semuanya mungkin telah berakhir, kebersamaan kita hanya akan menjadi sejarah. Tapi aku bangga bahwa kita pernah berkumpul bersama . Semoga kita sukses dengan alur hidup masing-masing.
Salam eks keluarga besar Ganesha Operation Kuningan (GO Kuningan).

Jumat, 22 Januari 2016

We're Akuntansi Karyawan Uniku 2014 (Kulem 14)

Akuntansi Karyawan Universitas Kuningan 2014

 Ogi Sugianto Asep Fery A N Henda Hendrayana Tio Sulistianto Indra Ilham Azi  Ryan Kurniawan  
Nursandhy Pratama Lucky Aditya Wisnu  Mohammad Fajri Aliansyah  Aan Suhanda Arsas 
Chandra Hermawan Raja Khaidar Fulana  Nandang Sunandar  Anbar Azis Ramdani
 Nursanah  Siti Nurohmah  Ai Sri Mulyati  Yuri Yupitasari  Win Soleha W  Maulina Agustin 
Ulfah Mulyati   Sopiah Sevtiani   Anita Meligamis  Tri Hayyu Lestari  
Lilik Triwahyuningsih Mayang Eka Ranny  Dewi Ratnasari  
Helin Yudiati Indriani Yuli Yuliani Yayah Rohayati Neni Wahyuni 
Muhammad Zaeni Miftah Pangrestu Awanda Nirwana Sri Utami Dewi 
Fatimatul Jannah Kamal Mesanda

 "we'ill always together, we'ill keep fighting
and we never give up , until the success come to our life"

Selasa, 07 Juli 2015

Obrigado tetap solid dengan tiga personil




Band death metal asal kuningan jawa barat ini masih solid bertahan dengan 3 personil yaitu chandra, agus, dan denis.





logo obrigado death
logo obrigado death
obrigado kuningan brutal death



obrigado death metal
logo obrigado death metal

obrigado death metal


chandra obrigado
















































































logo obrigado red

logo obrigado green-black

logo obrigado dm yellow-black

logo obrigado green

Sabtu, 18 Oktober 2014

Satu Tahun OBRIGADO



Satu Tahun OBRIGADO .

       Hari ini genap setahun kami berdiri . kami kira ini  umur yang sakral. Layaknya seorang bayi manusia yang baru dilahirkan dan tumbuh hingga bisa merangkak. Merangkak dikerumunan jiwa-jiwa haus kebisingan dan bernaung dibawah budaya kumuh. Ditengah kesibukan kami baik itu pekerjaan,pendidikan, dan hidup bercampur aduk dengan dunia luar. Kami bersyukur masih bisa mengeksplor/menyalurkan hobi kami, meskipun dengan skill dan knowledge tentang musik yang seadanya, kami selalu berusaha berkarya dengan tenaga yang selalu kami sisihkan dari sisa mengarungi kehidupan.
Personil Obrigado
      Hidup, makan, dan menggerutu bersama raungan distorsi dan hentakan dua pedal. Itu yang selalu kami slogankan . haha…Mungkin itu terdengar aneh , tapi sepertinya memang itu yang coba kami ungkapkan . kami tidak memaksa orang lain untuk mengerti apa yang kami mau dan apa yang kami inginkan. Apa pun kata orang diluar sana. Inilah kami , kami bertiga hanya mencoba menjadi diri sendiri dan hidup senatural mungkin . Karena disini , tempat kami bisa meluapkan semua gemuruh  jiwa dan emosi . entah itu emosi dari dalam diri kami, maupun dari sisi lain hidup kami .Benar sekali, ini memang subjektif , tidak semua orang berpendapat seperti kami  atau memposisikan diri di sudut pandang searah dengan kami . karena sekali lagi, kami hanya berusaha menjadi diri sendiri tanpa mengganggu atau merugikan orang lain. Dan bagi kami, musik metal itu bukan music yang bisa dicerna dengan telinga telanjang, tapi perlu pendengaran yang lebih dalam yaitu dengarkan dengan hati.
menggila bersama setelah lelah berlatih
       Hari ini tanggal 18 oktober 2014 , tepat setahun lalu kami meresmikan nama band ini disebuah studio rentalan tempat biasa kami berlatih. Tak butuh waktu lama untuk menemukan nama band kami . karena itu hanya perlengkapan, kami pikir tanpa nama band pun, kami masih bisa untuk menghidupkan amplifier . tapi biar bagaimana pun nama itu memang penting, karena sebuah nama akan menjadi identitas sebuah band . kami masih ingat, Waktu itu kami serahkan unutk penamaan kepada sang drummer (Denis) . dan dengan bantuan naluri juga kecanggihan dunia maia dia berhasil menemukan nya. Dan sebuah kata “OBRIGADO” didapatkan nya dengan susah payah, awalnya kata itu cukup membingungkan  di telinga kami, tapi dia menjelaskan dengan singkat OBRIGADO itu berasal dari bahasa Portugis yang artinya terima kasih. Kami sempat bingung apa yang dimaksud denis ,karena kebanyakan nama-nama band metal itu identik dengan kata-kata berbau kekerasan, pemebunuhan, kematian, atau hal yang berdarah-darah. Haha.. kami sempat merasa aneh dan tidak begitu setuju dengan nama itu.  Tapi pada akhirnya kami setuju karena  pemikiran nya mampu kami cerna, mungkin secara filosofi maksud terima kasih itu adalah rasa syukur yang mendalam untuk kehidupan dan pencipta kehidupan. 
       Beberapa hari berselang kami bingung harus membuat logo band/variasi huruf dari nama itu, kami berencana memakai jasa pembuat font-font metal . tapi Chandra yang merupakan gitaris sekaligus backing vocal lah yang berkreasi membuat tulisan berakar dengan ide dan imajinasi seadanya. Tapi intinya masih bisa dibaca oleh manusia.. haha ini lah gambar nya.
 
     
font karya chandra - gitar/voc obrigado
Di band ini kami menuangkan secara total seluruh ide, amarah, dan feeling mengenai kepekaan terhadap dunia luar juga apa yang terjadi disekitar kami . dalam hal music kami selalu melakukan sharing bagaimana dan apa yang akan kita ramu, karena ini band bukan solo intrument. Tiga suara dari tiga instrument harus kami padukan menjadi satu . untuk lirik-lirik, Chandra dan Agus lah yang cukup ahli dalam mengolah kata. Meskipun saat tampil kami mengucapkan dengan fasih dan jelas. Hanya teriakan dan gerutuan dari keduanya yang bisa didengar. Padahal sebenarnya liriknya memang ada, tapi inilah music kami, music yang harus dengan jiwa extreme untuk mencernanya .
Tapi kami ingin mendirikan band ini dengan tangan kami sendiri, jadi mulai dari nama sampai logo, bahkan artwork pun kami ingin buat dengan jari-jari kami, dengan tangan-tangan kami . dan untuk urusan gambar atau artwork, sang basis sekaligus lead vocal kami lah yang lumayan berebakat. Goresan pensilnya untuk gamabar-gambar seram kami acungi jempol . meski dia selalu malu-malu untuk mengeksplor bakat menggambarnya itu.. dan .ini salah satu karya nya
contoh artwork karya Agus
     Kami bertiga memang berasal dari kota berbeda , Chandra berasal dari kota yang identik dengan domba-domba besarnya. Yah benar .., Garut . disanalah dia dilahirkan hingga pada dua tahun silam dia pindah ke kota ini (Kuningan) . Denis  (drummer), dia berasal dari kota kembang sekaligus salah satu kota tempat berkembangnya music cadas  di Indonesia .dia lahir di Bandung , dan hijrah kekota ini karena pekerjaannya  enam bulan setelah Chandra. Dan kini mereka bekerja disebuah perusahaan swasta yang sama di kota ini.  Sama-sama menyukai musik extreme , membuat mereka berchemistry dan bisa dikatanya memiliki sudut pandang yang sama dalam hal music.
Denis - Chandra - Agus
Kemudian selang beberapa bulan , datang Agus . mungkin dialah yang kami kira ujung tombak band ini. Dia lahir dan tumbuh besar dikota ini Terlebih agus sudah lumayan dikenal di schene bawah tanah kota ini. Ya iya lahh, dia kan lahir di kota ini, haha ..Terlepas dari itu agus lah yang kami kira bisa focus pada band karena dia belum bekerja waktu itu. Berbeda dengan Denis dan Chandra yang harus sibuk bergelut dengan pekerjaannya.Tapi hal itu tidak menjadi penghalang untuk kami. Mungkin karena hobi , jadi kami tidak pernah merasa lelah, yang kami rasakan hanya ingin lagi dan lagi. Hentakan double pedal denis, cabikan bas Agus, Raungan distorsi drop C dari Chandra, juga suara gerutuan yang silih berganti dari Chandra dan agus, selalu berhasil membius syaraf lelah menjadi tegang kembali. Karena inilah ekspresi kami, inilah cara kami meraih  kepuasan dalam bermusik . bangi kami, music metal itu mempunyai arti tersendiri, bagi kami music ini bukan sarana mencari keuntungan atau apalah. Kami hanya ingin mengeksplorasi apa yang ingin kami eksplorasi.
salah satu event
       Haha… jadi menggebu-gebu seperti ini. Iya karena musik kami harus dibawakan dengan menggebu. Tempo cepat dan gemuruhnya merupakan luapan emosi jiwa kami ,yang seiring waktu akan tetap sama . Meskipun kami belum seterkenal band-band besar diluar sana, dan belum ada karya fisik yang kami pasarkan . tapi sekali lagi kami hanya berekspresi, terkenal atau tidak, menguntungkan atau tidak,  itu bukan urusan serius bagi kami.
       Setahun, bukan waktu yang sebentar. pahit manis asam garam telah kami telan . tapi kami selalu berusaha loyal , ditengah kesibukan masing-masing. Beberapa event-event bawah tanah local dan kota tetangga yang kami ikuti untuk sekedar membisingkan telinga-telinga haus kebisingan . Benar sekali, Suasana selalu menjadi meriah karena keberadaan mereka, meraka manusia-manusia berpakaian hitam yang menghentakkan kepalanya mengikuti alunan . semangat mereka di crowd lah yang selalu membuat kami menggila tanpa batas. Mengucurkan keringat sederas raungan distorsi , mendenyutkan nadi seiring dentuman double pedal .Tahun ini kami berencana membuat tiga karya fisik. namun apa daya , kesibukan kami di luar band memaksa kami untuk mengurungkan niat itu. Apalagi sang gitaris ( Chandra) dan basis (Agus) melanjutkan kuliah nya di sebuah Universitas di kota ini, dan sang Drummer ( Denis) berencana mengakhiri masa lajang nya dalam beberapa bulan kedepan. Tapi kami bertiga berusaha untuk terus mengibarkan bendera Obrigado sesibuk apa pun kami nantinya. Karena kami akan sekuat tenaga disini . OBRIGADO adalah wahana tempat kami bereksplorasi, tempat kami mencurahkan emosi yang tak kunjung usai, dan semangat jiwa keras yang kami miliki.
salah satu event bawah tanah di kota ini
         Karena semangat kami akan terus membara, menyuarakan gemuruh jiwa, meluapkan emosi dalam kebisingan yang intens dan berpola liar. Death metal adalah semangat kami, music ini yang selalu bisa menyuntikan imaji keras, pola pikir dewasa, dan pantang menyerah dalam menjalani hidup.kami akan tetap menjadi band kecil dengan amarah yang besar.