Jalan
Jembatan Merah Memang Ada
Oleh: Chandra Metalrock
Semua orang masih sibuk menggeluti kegiatan mereka, ada yang sibuk memelototi kotak bercahaya berisi ragam
informasi, ada yang sibuk memetik alat musik berdawai enam, ada yang membolak-balikan
bola kecil berwarna orange dengan raket padat tanpa senar.
Hari ini hari keempat setelah kutemui sesosok yang indah dan
mampu memalingkan haluan hatiku, ketika ku lihat segerombol air yang turun dari
angkasa dan menggenang di paving block merah, aku teringat hari itu. Seperti
biasa sebatang putih berasap selalu terjepit diantara telunjuk dan jari tengah
tangan kiriku, meski kadang kuletakkan di asbak kecil berpola kura-kura yang
setia menemani. suara jeritan dan geraman penyanyi kesukaan ku pun senantiasa terngiang
seakan memberiku energi. raungan distorsi gitar, hentakan pedal ganda dengan
tempo seperti amunisi perang, tak luput dari pendengaranku.
Beberapa hari sebelum hari itu, ketika ku putarkan roler
mouse ,aku melihat sekilas rentetan tulisan yang dia tulis di sebuah jejaring
sosial yang hampir semua tampilannya di dominasi biru. Aku sama sekali tidak
mengenalnya. Entah kenapa ketika ku lihat gambar dirinya , aku merasa seakan
tertampar dengan keras, dan bisikan itu muncul , ayo bangkit pecundang, jangan terlalu lama kau larut dalam surga
metaforamu, Aku pun sejenak bengong dan
memalingkan wajah kesebelah kiriku. Ku pikir Aku butuh untaian petuah
kehidupan, dan ku temukan orang yang
tepat, seseorang yang usianya 6 tahun di atasku dan telah ku anggap kakakku
sendiri yang tengah asyik memelototi layar persegi panjang, dengan jemari
mulusnya yang menginjak-injak keyboard.
Dan untuk pertama kali, aku berani mengeksplorasi sisi-sisi
kehidupanku pada seorang hawa dewasa. Ku geserkan kursi yang ku duduki agar
lebih dekat, dan ku mulai menyerbunya dengan segunung pertanyaan yang
sebetulnya aku malu sekali. Tapi perlahan aku mulai merasa nyaman dengan setiap
untaian jawaban yang dia ucapkan . dan seakan aku merasa di lahirkan kembali.
Dengan perasaan tenang ku kembali memutarkan roler mouseku . tak lama setelah
beberapa komentar yang ku lontarkan pada ungkapan yang dia tulis di jejaring
birunya, aku berniat memintainya nomor ponsel, dan akhirnya kudapatkan nomor
itu. Dengan rasa senang ku genggam ponsel hitam second, yang ku jarah dari
rekan seperjuanganku dengan harga murah, dan mulai mengiriminya pesan. Haiii. . . , itulah isi pesan
pertamaku , dia membalasnya dan akhirnya ku teruskan dengan rasa waswas.
Ku tambahkan lagi beberapa lagu cadas ke daftar pemutar
musikku, karena kebisingan membuatku lebih kreatif untuk melanjutkan tukar
pesan ku bersamanya . kata-kata yang
sedikit intelek tak lupa ku sisipkan dalam setiap pesan yang ku kirim, dengan
maksud aku ingin terkesan wahh . Dan dengan ragu , kita bisa ketemu gak besok ?? . hawa dingin dari AC terus menyayat
tulang-tulangku, tapi aku tak mempedulikannya. Tapi akhirnya , besokk ?? owh boleh , ,emang kmu tw rmah aq
??. rasa senang bercampur bingung seakan menjadi jus berkafein yang
membuatku tak bisa tidur. Ku nyalakan kembali sebatang putih berasap dengan
niatku untuk lebih tenang. Dan dengan ambisi tingkat dewa aku membalas , akh, sbutin aja almat.a , nnti aku cri sampe
ktmu . .hehe !!
Pagi cerah di hari
libur , dengan obrolan segerombol burung gereja di halaman rumah yang aku sama
sekali tak mengerti maksud mereka. Aku bertanya pada temanku tentang alamat
yang ku dapat di pesan tadi malam, tapi dia hanya semakin membingungkan. Ku
Tanya tukang ojeg, dia menjawab tidak tahu, kutanya tukang angkot , dia hanya
tersenyum dan kembali mengejar setorannya. “Frustasi”. .itulah yang aku rasakan
kala itu. Aku pun kembali menyalakan balok pintar yang sudah terhubung ke layar
persegi panjang bercahaya.
Tak pernah terpikir olehku sebelumnya, ternyata ada sebuah
aplikasi di komputerku yang lebih pintar dari pada seorang dukun, dimana kita
bisa jelas melihat tempat-tempat yang kita maksud. Tak lama langsung saja ku
cari tempat yang dia maksud, dan ku buat sebuah pola di kertas kecil yang
sengaja ku sobek. Aku seakan mendapat cahaya hangat yang memanasi raga kurusku.
Langsung saja ku bersihkan badanku dan bersiap-siap dengan rasa senang yang
menggunung. Baju warna hitam dengan balutan gambar mengerikan, dan celana
pendek berpola tentara langsung ku tempelkan di badanku. Saat ku melirik layar
ponselku, ku lihat sebuah pesan yang masih tersegel dan langsung ku buka. Kmu lg dmna? , gmna jadi gk ?? awas lupa..
jln jembatan merah :) .
Menjelang tengah hari dengan mentari yang sedikit marah dan
berniat menggoyah asaku, aku pun bergegas pergi. Sesekali ku alihkan pandangan
ke spion kananku, tapi yang kulihat hanyalah wajah indah yang tengah tersenyum
manis, seakan-akan menyuruhku untuk melaju lebih cepat dari cahaya. Tak ada
lagi bus antar kota, tak ada lagi angkot, tak ada lagi truk gandeng yang
membentang , yang ada hanya perasaan rindu
yang menggebu. Ku langkahi setiap roda yang melaju di depanku tanpa ku ingat
apa itu mati. Aku tak peduli dengan matahari yang terus menghujat lapisan
kulitku .
Pola yang ku gambar pada sesobek kertas kini telah ku telan,
aku berhenti sejenak dan berpikir , apakah jalan itu memang ada, ataukah hanya
ilusi pendusta. Aku kembali menodong setiap kepala dengan pertanyaan yang masih
sama. Tapi kepala-kepala itu hanya membisu seakan tak mengerti dengan apa yang
ku inginkan . aku hanya butuh telunjuk mereka, aku butuh arah. Ku pacu kembali
roda duaku dengan pelan namun penuh emosi , haruskah
aku menyerah ?? kurasa tidak . saat
aku berada di jalan lurus yang di hiasi pohon-pohon di kedua sisinya , ku putuskan
tuk kembali berhenti karena tenggorokanku telah mulai mengeras , dan sekejap
aku sadar bahwa aku di latar yang berbeda sekarang , andai saja ku pakai bahasa
mereka atau setidaknya bahasa pemersatu, mungkin mereka tahu apa yang kumaksud
, ambisi sungguh membutakan nuraniku. Ku lepaskan helmku dan akhirnya, tepat di
atas kepalku, kulihat plang hijau bertuliskan “Jln Jembatan Merah”.
Emosi yang menjilati seakan lenyap , persepsi nista seakan
berganti haluan , kembali ku ambil ponsel hitam di dalam kantong celanaku , ,aq udh di jln jembatan merah, kmu dmna ??. .
,iya aku ke situ sekarang. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar